Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

5 Oktober 2015

, , , , , , , , , , , ,

Channel is Better Than Chanel: Barracuda Storm, Maratua

Share


Jarum jam menunjukkan pukul satu siang. Kami bersiap menuju dermaga, memasang alat dan memindahkan peralatan menyelam ke kapal. Meski berada di pulau yang sama, untuk menuju The Channel, titik penyelaman di Maratua ini kami harus naik kapal diving sekitar satu jam dari Maratua Paradise Resort karena spot menyelam ini berada jauh di balik pulau Maratua yang panjang.


It’s already one o’clock when we headed the dock, setting then moving all diving equipment to the boat. Though it’s still in the same island, but we had to take a diving boat about one hour from Maratua Paradise Resort to reach The Channel, diving point in Maratua, since its location far away behind the long Maratua Island.

Pukul dua siang adalah saat kami bersiap turun. Bouyancy Control Device (BCD- alat berbentuk vest untuk mengontrol keseimbangan saat menyelam) sudah kami kosongkan dari udara. Saatnya turun dengan cara negative entry, yaitu langsung turun tanpa muncul dahulu ke permukaan karena arus yang kencang di area The Channel.


We prepared to plunge at two o’clock after releasing the air from the Bouyancy Control Device (BCD – an equipment in vest-shaped to keep our balance while diving). It’s time to dive using the negative entry step, which is going down without coming up to the surface because of the strong currents in The Channel.


Kami turun bersamaan dengan aba-aba dari Mas Rivi, dive master dan guide kami di Maratua. Saya langsung terus menambah kedalaman sambil menyesuaikan tekanan di telinga. Di 15 meter kami menyusuri wall yang ada di sisi kanan kami, terus turun ke bawah hingga sekitar 25 meter kami ada di sisi ujung wall dengan beberapa hiu yang melintas. Saya menghitung setidaknya ada lima grey reef shark yang berkeliling area ini meski mereka tidak tampak jelas karena visibility yang kurang baik.


All of us went down together by following the cue from Mas Rivi, our dive master and guide in Maratua. I was immediately going deeper as I kept adjusting the ear-pressure. At the 15 meters depth we traced along the wall on our right side, continued to the 25 meters depth until we realized it’s already the edge of the wall when we saw some sharks flashed. I counted at least there were five grey reef sharks around this spot although I couldn’t see them clearly because of the poor visibility.

Di area ini arus kencang sudah terasa. Gelembung oksigen para penyelam terlihat miring karena arus, beberapa teman dan saya sudah siap dengan hook untuk menjaga posisi kami. Terdapat banyak karang keras yang aman untuk kami memposisikan hook tanpa merusak karang di area ini.

In this spot, the currents getting stronger and made the divers’ oxygen bubbles tilted. My friends and I were ready with the hook to keep stable. Luckily, there were lots of hard coral here so we didn’t have to be worried about using the hook and causing damage.


Kami kemudian terus bergerak sambil mengurangi kedalaman, melewati semacam "bukit" hingga ke kedalaman 18 meter dan terus bergerak ke area yang lebih dangkal. Saat bergerak naik saya melihat bayangan hitam besar yang menutupi cahaya matahari. Bayangan ini bergerak dan terlihat di bagian depan bentuk-bentuk panjang, barracuda!


Then we moved while reducing the depth, passing kind of “a hill” up to 18 meters depth and trying to reach more shallow area. I saw a big black shadow covering the sunlight as I came up. It was moving and that’s the time I realized its long shape from the front side, barracuda!


Saya langsung bersemangat menuju arah gerombolan barracuda ini. Schooling (kelompok) barracuda ini memang menjadi magnet utama datangnya penyelam ke Derawan. Ribuan barracuda berkumpul dan jika beruntung, kita dapat melihat mereka membuat formasi bagaikan awal tebal dan bahkan bentuk "bola" yang mengagumkan.


I was so excited to see the schooling (group) barracuda because actually they are the main reason to attract the divers to visit Derawan. If we are lucky, when thousand barracudas grouped together we could see them forming a thick shape and even such an amazing “ball”.





Di area schooling barracuda ini berada, arus kencang bukan main. Namun sensasi seru berada di antara mereka dan melihat barracuda dari jarak sangat dekat sangat menyenangkan. Ikan predator yang dianggap ganas ini justru sangat tenang dan tampak tidak terpengaruh dengan keberadaan kami dan gelembung oksigen yang secara konstan keluar dari regulator penyelam. Beberapa kali schooling barracuda ini bergerak menjauh, kemudian memutar mendekati lagi dan membentuk formasi.

In the area of schooling barracuda, I almost can’t stand the strong currents. But it didn’t bother at all since getting closer with them was so enjoyable. Surprisingly, this vicious predatory fish was so calm that seemed unaffected by our presence and the oxygen bubble constantly released from the diver’s regulator. The schooling barracuda tried to move away for several times, but they came back, got closer, and made the formation.





Found this "mama" barracuda :D
Beberapa teman menikmati dari kejauhan sementara beberapa mengejar dan berusaha berada di antara schooling ini untuk mendapatkan gambar dan sensasi yang luar biasa. Di tengah arus yang sangat kencang saya menikmati melihat dan mengamati barracuda ini dari dekat, bahkan saya menemukan satu barracuda yang sedang hamil! :)


Some friends admired barracudas from a distance while another tried to be part of schooling for the sake of capturing cool pictures. Amidst the strong currents, while I enjoyed observing barracudas closely, it surprised me to find out one that got pregnant :)



Calm water, now we can play with Nemo!
Tiba-tiba schooling barracuda ini bergerak menjauh dan saat mereka makin jauh tetiba pula arus yang tadinya sangat kencang ini berhenti dan area The Channel menjadi area sangat tenang. Barracuda ini memang muncul di saat pasang dan arus kencang. Sambil menghabiskan waktu untuk safety stop kami menikmati koral dan binatang-binatang laut yang cantik yang mulai muncul dari balik karang saat arus sudah bergeser. I know most female won't agree with this, but for me diving in The Channel is better than having a Chanel bag, if you know what I'm sayin' ;)
Suddenly while the schooling barracuda moved away, the strong currents stopped and got The Channel very calm. Indeed, barracuda appears at high tide and strong currents. Spending time for safety stop was such a pleasant break since we can see the beautiful corals and sea-animals that come up from behind the corals when the current was shifted. I know most female won’t agree with this, but for me diving in The Channel is better than having a Chanel bag, if you know what I’m sayin’. ;)
@marischkaprue - Oh yes she loves going to school(ing)

NOTES:
  • The Channel terletak di sisi Pulau Maratua, Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur
  • The Channel is located alongside Maratua Island, Derawan, East Kalimantan 
  • Arus di titik penyelaman ini kondisinya berarus kencang, menyelam mostly dilakukan dengan cara negative entry sehingga tidak disarankan untuk teman-teman yang masih baru mengambil license atau yang masih sedikit log divenya.
  • The current in Barracuda Channel is so strong, most dive start by negative entry step because of the strong currents in this area, that’s why it’s not recommended for beginner or those with limited dive log
  • Dalam penyelaman di The Channel, untuk memudahkan biasanya dapat membawa hook, namun selalu perhatikan karang pada saat sebelum mengaitkan hook. Pastikan karang yang kita gunakan untuk hook adalah karang keras yang kuat dan tidak akan rusak saat terkena hook, lakukan hal yang sama saat akan "bersandar" di posisi untuk melihat barracuda. The rule is not to panic and just enjoy the current (and barracudas of course)
  • Untuk penyelaman di area Maratua dapat melalui Maratua Paradise Dive Center, info dan harga melalui +6285246585368
RELATED STORIES:

Thanks to

Terios 7 Wonders, the team explore Borneo with Daihatsu Terios to show you amazing nature, culture and places in Borneo. Derawan is the final spot of Terios 7 Wonders 2015: Borneo Wild Adventure


***

4 comments:

Bai Ruindra mengatakan...

Yang saya suka dari blog ini, foto-fotonya yg memukau :)

vitrie maulani mengatakan...

it gives me chill kak prue.. :)

beauty-redemption.blogspot.co.id

sulung siti hanum mengatakan...

Karena belum dapat izin diving, saya cuma menikmati daratan Maratua saja. Saya melewatkan sekumpulan barracuda. Nice post :)

Lynn mengatakan...

omg foto2nya hampir terlihat kayak lukisan! <3
barracuda katanya kalau lagi schooling gak berbahaya ya kak, kalau sendirian baru dia jadi predator ganas?